Beberapa Poin Penting dalam Sistem Akuntansi Berbasis Akrual

Beberapa Poin Penting dalam Sistem Akuntansi Berbasis Akrual - Perubahan sistem Akuntansi Pemerintahan dari yang dulunya menggunakan Sistem Akutansi Kas Menuju Akrual atau cash towards accrual menjadi Standar Akuntansi Pemerintahan Berbasis Akrual ini membuat beberapa Pemda kebingungan akan penerapan sistem akrual ini.

Dampaknya memang sangat terasa di Pemerintahan Daerah, bukan hanya dari sisi personil di bidang Akuntansi yang belum memadai namun kesiapan seluruh pemerintahan daerah untuk menerapkan sistem akuntansi berbasis teknologi dalam pencatatan dan pelaporannya juga sangat di tuntut mengingat akan pentingnya data historis suatu transaksi keuangan.

Pemerintah Daerah mungkin sedikit berlegah hati karena keberadaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang menyediakan Aplikasi SIMDA Keuangan dan Aset nya secara gratis dan memang selama ini pun telah banyak digunakan oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia di tunjang pula dengan SDM berlatar belakang Akuntan dari BPKP yang siap mendampingi Pemda.

Nah sebagai pengantar sebelum membahas perbedaan paling jelas antara Sistem Akuntansi Kas Menuju Akrual dengan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual kita akan membahas beberapa poin penting yang harus anda dan teman-teman perhatikan, diantarannya..??


  1. a. Komponen Laporan keuangan dalam Sistem Akuntansi Lama (cash towards accrual)atau kas menuju akrual (PP Nomor 24 Tahun 2005) adalah:
    - Laporan Realisasi Anggaran (LRA);
    - Neraca;
    - Laporan Arus Kas, dan
    - Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)

    b. Komponen Laporan Keuangan dalam Sistem Akuntansi Berbasis Akrual (PP 71/2010)
    - Laporan Realisasi Anggaran (LRA);
    - Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (Laporan Perubahan SAL)
    - Neraca;
    - Laporan Operasional (LO)
    - Laporan Arus Kas (LAK), 

    - Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) dan
    - Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK)

    dari paparan diatas bisa di lihat pada poin yang di garis merah itu adalah tambahan dalam laporan keuangan berbasis akrual ini, yang sebelumnya tidak ada di Akuntansi Kas Menuju Akrul.
  2. Pada Basis pencatatan SAP berbasis lama (PP 24/2005) menggunakan basis Kas menuju akrual sedangkan pada sistem akuntansi akrual (PP 71/2010) menggunakan basis akrual.
  3. Dalam penyusunan Laporan Realisasi Anggaran, Pemerintah tetap menggunakan basis kas, sedang penyusunan neraca dan Laporan Operasionalnya (LO) menggunakan basis akrual.
  4. Hubungan antar Laporan Keuangan terbagi atas laporan:
    PP 71 tahun 2010 mengakomodasi dua jenis pelaporan, yaitu laporan pelaksanaan anggaran dan laporan financial. Laporan pelaksanaan anggaran terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih.

    Sedangkan laporan financial terdiri dari neraca, Laporan Operasional, Arus Kas, Catatan Atas Laporan Keuangan dan laporan perubahan ekuitas.
Tentunya ini hanya merupakan pengantar untuk lebih memahami Sistem Akuntansi Akrual ini. jadi pantau terus dan mari kita sama-sama belajar tentang akuntansi akrual ini.
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar, dan terima kasih telah berkunjung di blog saya ConversionConversion EmoticonEmoticon